Haihai semua... welcome to my blog
Blog ini saya buat untuk memenuhi tugas sekolah, sekaligus berbagi sedikit ilmu tentang kesehatan yang menjelaskan tentang tanaman-tanaman berkhasiat obat. Blog ini belum sempurna dan masih dalam masa penyembuhan. Jadi mohon dimaklumi yaaa..
Bicara soal obat, negri kita ini kaya lo sob, salah satunya tanaman obat-obatan. Tanaman apa aja sih??? yuk mari baca sampai habis.. Semoga Bermanfaat.
Jenis Tanaman Yang Berkhasiat Obat
Indonesia termasuk salah satu negara yang kaya berjenis-jenis tanaman obat. Lebih dari 300 jenis tanaman potensial untuk dimanfaatkan sebagai ramuan obat.
Sebagian khasiat dari tanaman-tanaman itu sudah dibuktikan melalui uji Klinis dan hasilnya positif.
Tidak semua bagian dari tanaman obat
bisa dimanfaatkan sebagai bahan ramuan obat. Misalnya, tanaman jahe,
kunyit, dan temulawak hanya bagian rimpang-nyalah yang berkhasiat.
Nenas, jeruk nipis, dan belimbing lebih banyak dimanfaatkan buahnya untuk obat. Bagian tanaman berguna lainnya kulit batang, akar, biji, getah, dan daun.
Di antara bagian tanaman itu tampaknya
daun merupakan bagian yang paling banyak dipakai. Untuk mengenal lebih
banyak lagi daun-daun berkhasiat obat, Berikut ini adalah jenis
tanaman tersebut :

Nama latin : Crinum asiaticum
Nama Lain : Semur, dausa, pete, fete-fete
Deskripsi : Herba, tinggi sekitar 1,5 m.
Daun tunggal, lanset, panjang 32 – 120 cm, lebar 3 – 10 cm, tebal, tepi
rata, pangkal daun tumpul dan ujung meruncing.
Khasiat : Peluruh keringat dan obat luka
Kandungan : Tiramin
Cara : Untuk obat luka, daun ditumbuk, dicampur madu dan dioleskan pada luka.

Nama latin : Amaranthus spinosus
Nama Lain : Hayum keri, senggang cucuk, taruyak lakek
Deskripsi : Tanaman terna, berumur
setahun, tinggi 0,4—1,5 m. Batang berduri. Daun tunggal, tersusun
tersebar di sekeliling batang. Bentuk daun bulat telur memanjang, ujung
dan pang-kalnya runcing. Daun berwarna hijau.
Khasiat : Obat radang saluran pernapasan, wasir, demam
Kandungan : Amarantin, rutin, kalium nitrat, piridoksin, zat besi, garam fosfat, vitamin A, C, dan K.
Cara : Seperempat genggam daun dicuci
bersih, digiling dengan 3 sendok makan air masak dan garam sedikit.
Lumatan ini diperas dan disaring. Cairan diminum sehari 2 kali.

Nama latin : Clitoria ternatea
Deskripsi : Tanaman merambat, berbunga biru. Daun majemuk bersirip, tepi rata, bentuk bulat telur. Wama daun hijau
Khasiat : Obat bisul dan jerawat, obat pembasuh mata
Kandungan : Asam arachidic, linoleat, oleat, miristat, palmitat, dan stearat
Cara : Untuk membasuh mata digunakan rendaman daun

Nama latin: Physalis angulata
Nama Lain : Cecendet, kopok-kopokan, Ceplukan
Deskripsi : Tanaman perdu semusim,
setinggi kurang lebih 1 meter. Berdaun tunggal, bulat telur dengan ujung
runcing. Panjang daun 5—25 cm, lebar 2,5—18 cm. Warna daun hijau.
Khasiat : Obat sakit tenggorok, batuk rejan, gondongan, dan bisul
Kandungan : Daun mengandung asam klorogenat, kulit buah mengandung C27H44O-H2O1 dan di dalam bijinya ada elaidic acid
Cara : Untuk obat bisul, setengah
genggam daun dicuci dan digiling halus. Tumbukan itu ditempelkan di
bisul dan sekelilingnya. Sedang untuk penyakit lain tidak cukup daunnya
saja, namun seluruh bagian tanaman sebanyak 9—15 gram direbus, dan
airnya diminum

Nama latin : Cyclea barbata
Nama Lain : Camcao, Cingcau
Deskripsi : Tanaman terna membelit,
tinggi sekitar 6 m. Daun tunggal, bentuk bulat perisai dengan ujung
runcing, pangkal tumpul, dan tepi rata. Permukaan daun berbulu,
pertulangan menyirip, dan warna hijau.
Khasiat : Obat radang lambung, tekanan darah tinggi, tifus dan demam
Kandungan : Polifenol, karbohidrat, saponin, flavonoida, dan lemak
Cara : Untuk obat radang lambung, 50
gram daun segar dicuci lalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan 4 gelas air
matang, kemudian diremas-remas, diperas dan disaring. Diamkan sampai
mengental dan tambahkan 5 diminum sehari 3 kali, pagi, siang, dan malam.

Nama latin : Desmodium triquetrum
Nama Lain : Genteng cangkeng
Deskripsi : Perdu menahun yang tumbuh
tegak setinggi 0,5—1 m. la juga bisa menjalar sepanjang 3 m, bila ada
sesuatu yang dijalari. Daunnya tunggal, lonjong dengan ujung runcing,
tersusun berseling pada batang. Panjang daun 10—12 cm, lebar 1,5—2 cm.
Warnanya cokelat hingga hijau tua.
Khasiat : Obat wasir dan sakit pinggang
Kandungan : Asam kersik, kalium, dan tanin
Cara : Untuk obat wasir, daun lebih
dahulu dikeringkan dan ditumbuk menjadi serbuk kasar. Serbuk sebanyak
15—20 gram diseduh dengan 300 cc air panas hingga arut, lalu diminum
seluruhnya. Sehari cukup satu gelas

Nama latin : Plumbago zeylanica
Nama Lain : Ki Encok, kareka, oporio
Deskripsi : Tanaman
perdu tahunan, tinggi kurang lebih 2 m. Daun tunggal, tersusun
berselang-seling di batang. Tepi rata, permukaan licin. Ukuran daun
panjang 3—7 cm, lebar 2—3 cm. Warna hijau
Khasiat : Obat encok dan penihg
Kandungan: Saponin, flavonoid, dan polifenol.
Cara : Kurang lebih 15 gram daun segar
ditambah satu sendok makan kapur ditumbuk hingga lumat, lalu dibalurkan
pada bagian tubuh yang sakit
8. Daun Jintan
Nama latin : Coleus amboinicus
Nama Lain : Ajiran, daun kambing, kutu etu, daun jinten
Deskripsi : Tanaman semak semusim,
menjalar. Daun hijau muda, berdaging, bersifat mudah patah. Tepi daun
beringgit Panjang 6,5—7 cm, lebar 5,5—6,5 cm
Khasiat : Obat sariawan, batuk, perut mulas, dan sakit gigi
Kandungan : Minyak asiri, saponin, flavonoid, dan polifenol
Cara : Tujuh lembar daun dicuci, dikunyah perlahan, dan cairannya ditelan

Nama latin : Sauropus androgynus
Nama Lain : Karekur, simani, cengkok manis
Deskripsi : Tanaman perdu setinggi 2,5—5
m. Daun majemuk. Anak daun berbentuk bulat telur, ujung lancip, dan
pangkalnya tumpul. Tepinya rata. Warna hijau
Khasiat : Melancarkan ASI, obat demam, bisul, dan borok
Kandungan : Saponin, flavonoid, dan tanin
Cara : Biasa dikonsumsi sebagai sayuran.
Untuk melancarkan ASI disiapkan 300 gram daun segar, direbus dengan 1,5
gelas air selama 15 menit. Setelah ebusan dingin disaring dan diminum
semuanya.

Nama latin : Aloe barbadensis
Nama Lain : Aloe vera
Deskripsi : Terna tegak berumur tahunan,
tingginya 30—50 cm. Daun tunggal, berdaging tebal, dan bergetah kuning.
Bentuk daun memanjang dan ujungnya runcing. Tepi berduri. Panjang daun
mencapai 30—50 cm, lebar 2—5 cm. Warna daunnya yang hijau muda dihiasi
bercak-bercak putih
Khasiat : Penyubur rambut, obat sakit kulit, penyembuh luka, peredam rasa panas pada luka bakar
Khasiat : Penyubur rambut, obat sakit kulit, penyembuh luka, peredam rasa panas pada luka bakar
Kandungan : Aloin, barbaloin, polisakarida glukomanan, asam krisofan, dan enzim protease.
Cara : Daun tertua dipotong dan dibuang kulit terluarnya. ‘Daging’ daun tersebut digosok-gosokkan di kulit kepala

Nama latin : Oldenlandia speciosa
Nama Lain : Kermah, keci, kremah
Deskripsi : Semak, menjalar, tinggi
20—50 cm. Daun tunggal, tersusun berhadapan sepasang-sepasang. Tepi daun
rata, panjang 1,5—2 cm. Warna daun hijau dan ujung runcing
Khasiat : Obat tumor
Kandungan : –
Cara : Daun 45 gram, dicampur akar
lalang 15 gram, gula merah 100 gram, dan air 3.000 cc. Bahan tersebut
direbus hingga cairan tinggal 200 atau 300 cc. Air rebusan dibagi untuk 3
kali minum

Nama latin : Lobelia inflata
Nama Lain : –
Deskripsi : Semak, semusim, tinggi 10—40
cm. Daun tunggal bentuk bulat telur, ujung dan pangkal tumpul, tepi
bergerigi. Tulang daun menyirip, warna hijau, panjang 3—5 cm, dan lebar
1,5—2,5 cm
Khasiat : Obat batuk dan obat sesak. napas
Kandungan : Alkaloid, tanin, dan flavonoida
Cara : Untuk obat batuk, dipakai 7 gram
daun segar, direbus, dengan 1 gelas air selama 15 menit. Kemudian
diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.

Nama latin : Phyllanthus niruri
Nama Lain : –
Deskripsi : Tanaman terna, tumbuh pada
tempat lembap dan berbatu, tumbuh tegak, tinggi sekitar 50 cm. Bercabang
terpencar dengan daun majemuk berseling, bentuk bulat telur sampai
memanjang, ujung tumpul. Warna daun hijau tua, panjang 1,5 cm, lebar 7
mm, dan tepi daun rata
Khasiat : Obat sakit kuning, peluruh air seni, penambah nafsu makan, malaria, epilepsi, dan demam
Kandungan : Filantin, damar, tanin, kalium, dan mineral
Cara : Untuk obat malaria, 7 batang
meniran lengkap ( akar, batang, daun dan bunga) dicuci dan kemudian
ditumbuk halus. Setelah ditumbuk, direbus dengan 2 gelas air sampai
mendidih. Hasil rebusan disaring dan diminum 2 kali sehari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar